Saya terhanyut naik Perahu Kertas

http://www.kutukutubuku.com/2008/open/15494/perahu_kertas

Novel ini bukan terbit hari kemarin, dan saya memilikinya sudah dari awal tahun ini, tapi baru 2 bulan yang lalu saya membukanya, membacanya, dan ya… saya terhanyut…

Saya dibawa ke sebuah tempat dimana seorang yang mungil dengan cita-cita yang unik mencari pasangan jiwanya. Kugy. Perempuan mungil dengan impian menjadi juru dongeng, berusaha untuk menghadapi kenyataan dengan mempertahankan mimpinya.

Keenan, seniman rupawan yang mencari bintang jiwanya dalam melukis harus terhambat oleh realita.

Tentu, konflik tentang mengikuti kata hati sering dialami orang kebanyakan. Tidak sedikit yang mengabaikan intuisi tersebut dan mengambil jalur yang lebih “aman” dengan alasan – Realitas. Tidak salah. Namun Dee (Dewi Lestari)  menunjukkan kekuatan magnet intuisi. Kata hati. Panggilan jiwa. Ada kalanya, panggilan itu begitu kuat sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja.

Dee (Dewi Lestari) membawa kita naik Perahu Kertas ke dunia sastra, berkenalan dengan kebudayaan, dan bermain dengan imajinasi dan menghantar kita bersama-sama untuk merasakan kekuatan magnet intuisi.

Mereka berdua dengan perjalanannya masing-masing mengikuti arus perahu kertas.

Perahu kertas membawa saya kepada sebuah pemikiran tentang impian, cinta, dan intuisi. Menghantar kita ke sebuah gerbang antara realita dan mimpi. Pergumulan kemistikan intuisi digambarkan dalam diri Kugy dan Keenan. Di perahu kertas ini, seberat apapun berat badanmu, kita tidak akan tenggelam karena ada kekuatan yang lebih besar yang bisa menahanmu. hahaha lebai…. :D

CVB

Intinya, jangan ragu untuk ikut terhanyut bersama Perahu Kertas…

 

Real Clothes

This is the time for Japanese Drama is back on the list.

I haven’t really been hooked up by any Japanese drama again. One of the reason is the titles. Most of Japanese drama is in Japanese and is not translated as what  Korean drama is. It makes hard to tell what the drama is about. However, by accident, I fortunately have found a great piece from the Cherry Blossom Country.

Real Clothes is a story about a girl that was not into fashion at all. Never had an attention on fashion or style. However, she is transferred to the woman’s clothing department. Her supervisor is slowly changing her personality in fashion, style, and vision about the world. Fashion is not only about expensive clothes. Fashion is not only about wearing designer’s brands, but fashion is about identity and one of the roots of happiness…

By watching this drama, your eyes will be satisfied with a lot of good stuff, even though it was out in 2009. and of course, get a new perspective of clothes it self. What is the Real Clothes?

“Clothes underpin the woman’s friendship They express individuality. They give encouragement to working women. They give the courage to move forward. They show a trueself of oneself. And what is most magical about clothes is that one will become fond of oneself. The world might not change because of fashion but by one blouse… one dress…. or one pair of high heels… one woman’s life is changed” – Miki San

:)

A short clip of the opening and one of my favorite soundtracks in that drama…:

http://www.youtube.com/watch?v=zrO0ZkO4NT0

more about my personal story:

http://chendanivianneybudhi.wordpress.com/

 

The Most Important Project – Project Pop

Siapa tidak mengakui perbedaan,

tidak pernah diajari di skolahan,

semua orang macam-macam diciptakan,

cakep atau jelek smua punya perasaan

Untuk lirik lagu, Herman Josi Mokallu, atau yang lebih dikenal sebagai Yossi mampu membuat kita semua terbengong-bengong.

Sederhana. Tepat sasaran.

Tema-tema lagu yang luas dan kocak membuat kita menggeleng-gelengkan kepala.

Dimulai dari Persatuan Indonesia: Dangdut is the music of my country, Beda Sama Kamu, Indovers, Negeri Impian.

Tema-tema persaudaraan: Ade, Syukur Ingatlah Hari Ini

dan tentu tema cinta nggak ketinggalan, tapi tentu saja bukan Project Pop kalau nggak mengangkat “sisi lain” dari cinta.

Cinta Berat di Ongkos, Komplikasi, CLBK (Cinta lama “berlalu” kembali), Ngancem, TTN (temen tapi ngarep), dan masiiih banyak lagi.

Selain tema dan lirik yang unik, Project pop juga hobi bermain dengan jenis lagu atau genre music.

Pop, Dangdut, Raggae, Jazz, Rock, Metal, Dugem, Disco, 70an, … ahh….

Through their songs, they create the most Important Project – a project to let you all know that life is not just a complicated thing, it can be simplified by paying more attention to simpler things… sederhana namun tepat sasaran…

http://www.project-pop.com/

Under the Tree

Akhirnya setelah ngalur ngidul bertanya-tanya kepada bang google, beberapa users di youtube berbaik hati dan berjiwa besar mengupload film yang umurnya sudah 2 tahun ini. Dan itu artinya, selama 2 tahun sudah penantian saya.

Under the Tree, sebuah lukisan kehidupan oleh Garin Nugroho membuat saya tidak sia-sia menunggu. Tidak membuat saya kecewa setelah menempatkan film beliau di deretan film yang paling dinantikan.

Dengar namanya Garin ada dua reaksi.

Reaksi 1: HORE!! mas Garin bikin film lagi… bagus tuh filmnya

Reaksi 2: Ogah… beraaaat..

:)

Namun, jika Anda berani untuk duduk, nonton, dan menyimak film yang judulnya disebut di atas, maka Anda akan mendapatkan pengalaman menjadi saksi sebuah lukisan kehidupan paling jujur di kanvas perfilman. Walaupun seperti biasa tidak ada subtitle untuk semua percakapan dalam bahasa lokal, namun gaya akting yang natural menjawab segala kebingungan kita.

Setelah dari Sumba, Papua dan Jawa, Garin memilih tempat terindah di Indonesia. Cerita bersetting di pulau dewata. Bali. Dengan seni tarinya yang mistis dan eksotis. Bercerita tentang tiga perempuan dengan pertanyaannya masing-masing.

Alkisah Rani (Marcela Zalianty) mempertanyakan mengapa dia harus dijual ketika dia masih bayi.

Dewi (Ayu Laksmi) mempertanyakan apa yang harus ia lakukan ketika ia tahu bahwa ia mempunyai dua pilihan. Pilihan pertama menggugurkan janinnya dengan pengawasan dokter atau melahirkannya walaupun ia tahu, bahwa hidup bayinya hanya akan beberapa menit karena bayinya akan ahir tanpa tempurung tengkorak dan itu berarti… tanpa otak.

Nian (Nadia Saphira) mempertanyakan apa yang benar-benar ia ingin lakukan.

Tiga pertanyaan ini terbalut dalam perjalanan yang ditaburi dialog-dialog lokal yang murni. Jujur. Apa adanya. Apalagi dibumbui nyanyian-nyanyian merdu dari seniman lokal, tarian-tarian mistis, dan bahasa lokal. Sangat Bali. SAngat kehidupan sehari-hari. Dan bukan Garin Nugroho namanya jika tidak mengkolaborasikan artis ibu kota dan lokal.

Under the Tree itu adalah lukisan

dan film adalah kanvasnya…

pelukisnya adalah Garin Nugroho…

Info lebih lanjut: http://www.suarapembaruan.com/News/2008/12/14/Hiburan/hib01.htm

Sebuah Dedikasi kepada Bung Andy. F. Noya

Banyak orang bilang bahwa Indonesia sekarang sudah mempunyai seorang Oprah. Tak jarang juga ada yang mengatakan bahwa sekarang ada yang lagi ikut-ikutan Oprah. Apapun itu, tidak membuat Kick Andy tidak layak untuk ditonton. Di Indonesia, memang sudah banyak menayangkan berbagai macam Talk Show, mulai dari ketemu artis, bicara tentang keluarga, kesehatan, sampai berbagi cerita inspirasi, tetapi belum ada yang seunik dan semenarik Kick Andy. Lebih uniknya lagi, rating tinggi Kick Andy bukan dihasilkan karena si Andy  – sang Host – yang menarik, melainkan keseluruhan nilai yang ditawarkan acara ini.
Andy F. Noya bukanlah seorang pembawa acara handal nomor 1 di Indonesia. Masih banyak nama-nama lain yang lebih pantas untuk dinobatkan sebagai pembawa acara terbaik. Namun, ide spontan dan blak-blakannya seorang Andy lah yang membuat baik narasumber maupun penonton menjadi terkaget-kaget dan betah hingga akhir acara. Sebagai pembawa acara, Bung Andy adalah orang yang sering kali salah ucap. Lidahnya sering tidak bisa mengaritkulasikan kata dengan tepat (off air). Namun, mengapa rating Kick Andy tinggi? Mengapa, banyak nara sumber2 yang terkenal “diam” bisa “buka mulut” ketika ditanya olehnya. Mengapa ada orang penting yang menawarkan diri untuk diwawancarai olehnya?
Jawabannya sederhana – kederhanaannya dialah yang membuat semua itu bisa jadi kenyataan. Dia bertanya tanpa mau dibatasi. Dia hanya ingin menanyakan apa yang rakyat pertanyakan. Tidak jarang, banyak orang bisa mengklarifikasi berita-berita burung pada saat wawancara oleh Andy.
Bintang tamunya juga luas. Mulai dari mantan presiden hingga tukang gerobak buta. Mulai dari seniman terkenal hingga pustakawan kampung. Mulai dari orang dari negara tetangga hingga dokter di Papua. Semuanya diliput dan dihadirkan di Studio. Tema-temanya juga unik; Seni, Politik, Kesehatan, Skandal, hingga cinta.
Beliau pernah berkata “Nontonlah Kick Andy dengan hati”
Maka dari itu, yang di Indonesia, jangan lupa… Setiap hari Jumat pukul 21:30 WIB dan Minggu (tayang ulang) 15:30 PM di Metro TV.
Bagi teman-teman di luar negeri, bisa mengakses di kickandy.com, kilasan mengenai episode. Videonya bisa ditonton di Youtube, http://www.youtube.com/user/nengsalse.
Semoga, kita semua bisa lebih membuka hati terhadap apa yang terjadi sekarang.
 
 
 

Kim Myung Min

Marlon Brando was famous with his new way in acting. He was the one who introduced “Method Acting” to the world.

Method acting  is an acting technique which we usually watch actors do nowadays – an actor/actress become somebody else, in this case the character. Acting was not like that back then. It was more like a theatrical act. Thanks to Marlon Brando, now we can enjoy the more realistic characters.

It’s undeniable that there are many talented actors out there making a better movie, getting countless awards, extremely handsome; however, just a few that is deserved to be called a real actor. Kim Myung Min is one of those few actors. He is deserved to be called “Korean Marlon Brando”

What funny thing is I haven’t noticed that I’ve watched him Twice. I didn’t think that it was the same person. hahahahaha. He was totally different from each movie that he has played. Not just his characters, but also his appearance. He could be very cool as a FBI, or annoying middle age man as a conductor, or a Lou Gehrig’s patient who made him losing 20 kilos. He would do anything to make the character alive.

His journey on becoming an actor was not smooth at all.

He can’t be categorized as an actor that can rely on his look besides the acting ability. Thus, his path in the showbiz world was a hardworking. He started his career by greeting the PD (production manager) every morning at their stalls due to showing his existence. Then, he got a role by just show as a crowd, one line role, two lines, and then support actor. His passion about being actor triggered him to ask to himself “Until when I play the minor roles?” Finally the time came, he got his first role as the lead actor in a small drama. He was thrilled and promised to himself to do the best. He practiced his lines and did other preparations for the best. He even got a chance to chose his on clothings. Nevertheless, when he arrived at the set, there’s another actor replaced him, he’s told that the role was not him. When he talked about this, tears was almost shed. He said “if they just let me know first….”

Those hard working felt nothing. In the end, he wanted to give up and leave the country. Before his leaving, he got another leading role in a historical drama. The title of drama “The Immortal Lee Soon Shin.” He took it as he wanted to leave the country with thing that can be remembered. Therefore, he worked even harder for this drama. In 2005, after he finished the drama and ready to leave the country, he got his first award ever as the best leading actor. because of his role as General Lee Soon Shin.

After that, he still got rejected, felt dejected, played an unseccessfull movie. Just, the efforts that he put for years paid off. He got another awards as the best leading actor in 2007 for drama “White Tower”, in 2008 for drama “Beethoven Virus”, and for 2009 he got more awards for his latest movie “Closer to Heaven.”

Referances:

http://en.wikipedia.org/wiki/Kim_Myung-min#Recognitions_and_Awards

His documentary by MBC. Titled Kim Myung Min was not there :http://www.youtube.com/watch?v=CedlBQkd19o

his international official site: http://www.myungmininternational.com/

Test 1…2…3…

Hey There!!! Welcome to this blog. This is my …th attempts to be a good blogger :)

In this blog you’ll find posts about people or movies that you might not know. It’s all about the “relationship” between me and those magic things out there that might be hidden since I am not a mainstream lover. Posts in here could be about Indonesian movies, Korean talk show, Japanese food, anything… so please tune in…. and hear my heart through Loud Speaker…

I hope you enjoy

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.